IMG_6088.JPG

RAPAT EVALUASI INVESTOR SE-KABUPATEN SUMBA BARAT

Sumba Barat, 03 Juli 2025 — Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menggelar Rapat Evaluasi Investor Se-Kabupaten Sumba Barat yang dihadiri oleh para pelaku usaha dan investor yang telah maupun akan berinvestasi di wilayah tersebut. Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, S.H., menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan para investor dalam menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan damai.

“Pemerintah berkomitmen untuk menciptakan suasana yang kondusif, karena kami meyakini bahwa kehadiran investor mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Sumba Barat,” ujar Bupati.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Sumba Barat, terutama di sektor pariwisata yang menjadi unggulan daerah. Bupati Yohanis berharap para investor dapat turut mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Terkait aspek legalitas usaha, Bupati menegaskan bahwa seluruh investor wajib memiliki izin usaha resmi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan kemudahan dan mempercepat proses perizinan demi mendukung kelancaran kegiatan investasi.

“Kami terbuka dan siap memfasilitasi investor, namun legalitas tetap menjadi syarat utama. Investor wajib memiliki perizinan yang sah,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga mengimbau agar para investor aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal kebutuhan teknis dan administratif. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah harapan agar setiap investor memiliki kantor perwakilan di wilayah Sumba Barat. Hal ini dinilai penting untuk memperlancar komunikasi dan pengawasan kegiatan usaha oleh pemerintah setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, S.Sos, yang membuka ruang diskusi dua arah antara pemerintah dan investor. Dalam forum tersebut, para investor diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha di Sumba Barat.

Adapun fokus utama rapat yang disoroti dalam forum diskusi ini meliputi:

  1. Kendala pelaporan tahunan dalam sistem Online Single Submission (OSS) yang belum sepenuhnya dipahami oleh beberapa investor.

  2. Akses jalan menuju kawasan wisata yang masih membutuhkan perbaikan untuk menunjang kelancaran kunjungan.

  3. Masih terbatasnya akses listrik di beberapa lokasi yang menjadi target investasi.

  4. Kebutuhan akan sistem penyediaan dan pengolahan sampah di kawasan wisata dan sekitarnya.

  5. Pemerataan biaya akses ke lokasi wisata, agar tidak memberatkan pengunjung maupun investor.

Kesimpulan dan Langkah Lanjutan

Dari hasil diskusi tersebut, pemerintah daerah bersama para investor menyepakati beberapa poin penting sebagai tindak lanjut:

  • Investor diharapkan lebih aktif dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem OSS dan secara rutin berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

  • Untuk isu-isu teknis seperti akses jalan, listrik, pengelolaan sampah, dan pemerataan biaya wisata, pemerintah akan segera berkoordinasi dengan dinas teknis terkait guna merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

Dengan adanya rapat evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap tercipta hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan para investor, demi mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah juga mendorong setiap investor untuk membentuk kantor perwakilan di wilayah Sumba Barat, agar komunikasi dan pengawasan usaha dapat dilakukan lebih efektif.

“Forum ini adalah bentuk komitmen kami untuk tumbuh bersama. Kami ingin investor merasa hadir sebagai bagian dari pembangunan Sumba Barat,” tutup Sekda Yermia Ndapa Doda.